Kehamilan, Perkembangan & Gerakan Janin, Persiapan Melahirkan, Trimester Kedua, Trimester Ketiga

Tanda Janin Stress di Dalam Kandungan

Haloo Bund

Kondisi stress ternyata tidak hanya dialami oleh ibu hamil saja, namun janin di dalam kandungan juga dapat mengalami kondisi ini. Apabila hal ini terjadi, tentu merupakan kondisi yang sangat tidak diharapkan. Janin yang stres atau istilah medisnya gawat janin merupkan kondisi  yang jika dibiarkan atau tidak segera ditangani dapat menyebabkan berbagai masalah pada kehamilan. Nah agar bunda lebih waspada dan dapat mengantisipasinya, ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan janin stress di dalam kandungan. Kira-kira apa saja ya gejala janin stress di dalam kandungan?

Yuk, kita bahas bund..

1. Gerakan Janin Berkurang

Gerakan janin merupakan salah satu indikator dari kesehatan janin di dalam kandungan. Biasanya ibu hamil sudah dapat merasakan tendangan janin saat memasuki trimester kedua kehamilan. Untuk itu, selama kehamilan bunda perlu memantau pergerakan yang dilakukan oleh janin selama di dalam kandungan. Apabila teradi penurunan frekuensi gerakan janin secara tiba-tiba, bunda perlu waspada. Terlebih jika sebelumnya si kecil rajin memberikan tendangan dan bergerak. Untuk memastikannya, bunda perlu fokus untuk menghitung gerakan janin. Normalnya, janin paling tidak melakukan 10 kali gerakan kuat dalam kurun waktu 2 jam. Namun jika setelah dihitung dengan seksama dan kurang dari  jumlah itu, bahkan tidak ada lagi tendangan yang bunda rasakan, sebaiknya bunda segera memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter kandungan ya.

2. Perut dan Punggung Terasa Sangat Nyeri

Nyeri atau kram yang dirasakan pada perut dan punggung mungkin merupakan kondisi yang cukup umum dirasakan ibu hamil karena ukuran janin yang terus membesar. Namun jika kram atau nyeri pada perut dan punggung tersebut dirasa sudah sangat mengganggu dan bahkan membuat bunda sulit beraktifitas, bunda perlu sedikit waspada. Sebab kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda janin stress. Untuk memastikannya, bunda dapat memeriksakan kondisi tersebut ke dokter ya bund.

3. Hipertensi

Jika tak terkendali dan terdeteksi sejak awal, kondisi tekanan darah tinggi dapat menimbulkan risiko komplikasi selama kehamilan. Terkadang sebelum hamil, tekanan darah bunda masih normal, namun saat hamil tekanan darah tiba-tiba menjadi tinggi. Kondisi tersebut bisa menjadi pertanda bunda mengalami preeklampsia yang apabila tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan janin. Sebab kondisi ini dapat mempengaruhi aliran oksigen yang diterima oleh janin. Janin yang tidak menerima cukup oksigen dapat membuat janin menjadi stress.

4. Detak Jantung Janin Mengalami Penurunan

Penurunan detak jantung janin juga bisa menjadi salah satu pertanda janin stres. Saat pemeriksaan kehamilan, dokter atau bidan biasanya akan memantau detak jantung janin didalam kandungan. Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, detak jantung janin yang normal biasanya berkisar antara 110-160 setiap menitnya. Jika jumlah jantung janin lebih tinggi atau lebih rendah tentu kondisi tersebut patut mendapatkan perhatian dan pengawasan yang khusus. Jadi, sebaiknya selama kehamilan bunda rutin ya memeriksakan kondisi kehamilan agar detak jantung janin dapat terpantau dengan baik.

5. Cairan Ketuban Merembes

Cairan ketuban yang merembes sebelum kontraksi dimulai merupakan suatu kondisi serius yang perlu bunda waspadai. kondisi tersebut juga ternyata bisa menjadi salah satu tanda janin mengalami stres karena adanya masalah. Jika kondisi ini terjadi, segera ke dokter untuk menjalani pemeriksaan ya bun.

6. Kondisi Air Ketuban yang Tidak Normal

Kondisi air ketuban dapat diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi atau USG. Kondisi air ketuban merupkan salah satu hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Jika air ketuban sedikit atau terlalu banyak maka ada berbagai risiko yang dapat terjadi dan menyebabkan janin di dalam kandungan mengalami stress. Untuk itu, konsumsi cukup cairan selama kehamilan dan konsumsi makanan yang bergizi untuk membantu menjaga kualitas dan kuantitas air ketuban ya bund.

7. Perubahan Berat Badan yang Berlebihan

Adanya perubahan berat badan selama kehamilan sebenarnya merupakan kondisi yang wajar dan normal. Namun apabila perubahan yang terjadi terlalu berlebihan, maka hal tersebut perlu bunda waspadai. Jika bunda mengalami penambahan berat badan yang berlebihan, maka ini dapat mengindikasikan janin berukuran sangat besar yang dapat menimbulkan risiko dan komplikasi saat kehamilan maupun persalinan. Oleh sebab itu, tetap kontrol dan jaga berat badan selama kehamilan ya bund.

8. Lepasnya Plasenta

Plasenta berfungsi penting mengantarkan aliran oksigen dan nutrisi dari tubuh bunda ke janin. Sehingga pada kondisi dimana plasenta terlepas dari rahim seutuhnya ataupun sebagian merupakan hal yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penderahan cukup berat pada ibu hamil. Plasenta terlepas sering disebut dengan istilah abrupsi plasenta. Dilansir dari bebecenter.com abrupsi plasenta terjadi pada 1 dari 150 kehamilan dan biasa terjadi di kehamilan trimester ketiga atau setelah kehamilan berusia 20 minggu. Mudah-mudahan bunda terhindar dari masalah satu ini ya.

9. Pertumbuhan Janin Terhambat

Pertumbuhan janin dinilai terhambat jika janin berukuran jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan usia kehamilan.  Pertumbuhan janin terhambat akan dinilai dari berat badan yang lebih rendah,  volume air ketuban yang sedikit, dan pergerakan janin yang lemah. Kondisi ini dapat menandakan janin mengalami stress karena kurangnya asupan oksigen dan nutrisi yang ia dapatkan. Untuk itu, bunda sebaiknya rutin memeriksakan kondisi janin ke dokter atau bidan kehamilan untuk memantau perkembangannya selama di dalam kandungan.

Nah itu dia bun, beberapa tanda tanda janin stress di dalam kandungan. Untuk mencegah kondisi ini terjadi maka jalani gaya hidup sehat selama bahkan sebelum kehamilan ya bund. Untuk mewaspadainya, pastikan bunda melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin ke dokter kandungan. Hal ini selain untuk membantu bunda mencegah janin stres, juga membuat bunda jadi lebih tenang saat menghadapai berbagai keluhan yang bunda rasakan selama kehamilan.

Semoga informasi ini bermanfaat ya bund.

Sekian

*Informasi ini telah ditinjau dan direview oleh dr. Trifa Rahma Yulita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *