Kehamilan, Perkembangan & Gerakan Janin, Trimester Ketiga, Trimester Pertama

Penyebab Janin di Dalam Kandungan Cegukan

Haloo Bund..

Pernahkah bunda merasakan adanya suatu gerakan unik yang dilakukan janin berupa sentakan-sentakan kecil yang terjadi secara intens atau berulang? Jika iya, maka besar kemungkinan si kecil sedang cegukan bund, hihi. Namun bunda tidak perlu khawatir, sebab hal itu umum terjadi karena janin memang dapat mengalami cegukan sejak ia berada di dalam kandungan. Lalu pernahkah bunda bertanya, kira-kira apa ya penyebab janin di dalam kandungan cegukan? dan apa kondisi yang perlu bunda perhatikan? Nah pada edisi kali ini akan kita bahas seputar cegukan yang terjadi pada janin.

Yuk, kita bahas bund..

1. Kapan Janin Mulai Cegukan?

Cegukan sendiri mulai terjadi setelah sistem saraf lengkap janin telah terbentuk. Sistem saraf yang sudah lengkap ini akan membuat janin mampu bernapas di dalam cairan ketuban. Sebenarnya si kecil sudah dapat mengalami cegukan sejak bunda berada pada kehamilan trimester pertama. Namun pada usia tersebut biasanya bunda masih belum dapat merasakannya karena ukuran janin yang masih sangat kecil. Barulah pada saat memasuki trimester kedua atau ketiga bunda dapat merasakan janin sedang cegukan. Sensasinya seperti ada sentakan dari dalam perut yang terasa lebih halus dari tendangan dan terjadi berkali-kali dengan jeda tertentu.

2. Penyebab Janin Cegukan

Cegukan merupakan salah satu proses pematangan paru-paru janin di dalam kandungan. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa janin bernafas di dalam cairan ketuban sehingga saat janin mulai bernapas menyebabkan air ketuban masuk dan keluar dari paru-paru, hal ini akan membuat diafragma janin berkontraksi dengan cepat. Kondisi inilah yang membuat janin mengalami cegukan. Cegukan umumnya merupakan tanda bahwa janin berkembang dengan sehat, namun bisa juga merupakan tanda dari suatu kelainan. Sehingga, bunda perlu memperhatikan beberapa kondisi tertentu untuk memastikan tidak ada kelainan.

3. Kondisi yang Harus Diperhatikan

Cegukan biasanya terjadi tidak terlalu lama, yaitu berlangsung sekitar 1-10 menit. Nah karena cegukan ini merupakan proses dari pematangan paru-paru, maka cegukan biasanya akan mereda dan hilang dengan sendirinya setelah kehamilan mencapai sekitar 32 minggu, yang menandakan jika kemampuan pernafasannya sudah cukup matang. Namun, jika setelah usia 32 minggu si kecil terus mengalami cegukan beberapa kali berlangsung setidaknya selama 15 menit setiap fasenya maka bunda sebaiknya memeriksakan kondisi tersebut ke dokter kandungan ya.

Nah itu dia bun, penjelasan singkat mengenai kondisi cegukan dan penyebab cegukan pada janin di dalam kandungan. Semoga informasi ini bermanfaat. Sekian.

*informasi ini telah ditinjau dan direview oleh dr. Trifa Rahma Yulita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *