Parenting, Perawatan Bayi

Orang Tua Wajib Tahu, Tanda Bayi yang Mengalami Growth Spurt

Hello Parents..

Lonjakan pertumbuhan pada si kecil atau biasa dikenal dengan  istilah growth spurt adalah  suatu kondisi dimana bayi membutuhkan asupan dan kebutuhan nutrisi serta gizi yang lebih banyak dari biasanya.  Hal ini dikarenakan bayi mengalami fase pertumbuhan dan perkembangan yang begitu cepat di satu tahun pertamanya. Sehingga di kurun waktu tersebut  akan terjadi lonjakan pertumbuhan di waktu-waktu tertentu. Biasanya growth spurt ditandai dengan bayi yang ingin terus menyusu seakan ia tidak merasa kenyang dan sikap seperti  rewel terutama di malam hari karena ia akan merasa lapar dan haus.

Namun parents jangan khawatir karena ini merupakan siklus yang normal terjadi dan bukan karena ASI bunda tidak cukup untuk memenuhi kebuthan si kecil. Lonjakan pertumbuhan ini biasanya terjadi di beberapa pekan setelah kelahiran si kecil dan akan berulang ketika si kecil berusia 3, 6 dan 9 bulan. Nah agar parents siap menghadapi si kecil ketika mengalami growth spurt, pada edisi kali ini akan disampaikan informasi menarik tentang gejala yang dialami bayi ketika growth spurt dan cara mengatasinya.

Yuk kita bahas parents..

1. Lebih Rewel dari Biasanya

Beberapa penyebab si kecil rewel di antaranya ialah ketika ia lapar, haus, mengantuk, sakit, atau ketika merasa gelisah karena popoknya belum diganti. Di fase growth spurt ini ia akan menunjukkan sikap lebih rewel dari biasanya karena ia akan merasa lebih lapar dan haus. Hal ini juga terjadi ketika di malam hari, ia akan lebih sering terbangun dan menangis karena ingin menyusu. Jadi ketika menghadapi fase ini pastikan parents memahami kondisinya dengan baik ya agar parents bisa menerimanya dengan lapang dada.

Tenang parents, siklus ini hanya beberapa kali saja. Oh iya jangan sampai salah membedakan si kecil lebih rewel karena growth spurt atau karena sedang sakit. Jika ia lebih rewel karena sedang sakit, biasanya ditandai dengan perubahan suhu pada tubuhnya, perrutnya yang kembung tenggorokannya yang merah atau berabagai gejala penyakit lainnya. Jadi ketika si kecil lebih rewel dari basanya pastikan apakah ia sedang mengalami growth spurt atau sedang sakit.2,

2. Ingin Menyusu Terus Menerus

Selain lebih rewel, ciri yang khas saat si kecil mengalami growth spur ialah ingin menyusu secara terus menerus. Jika dalam kondisi normal si kecil menyusu 2-3 jam sekali dengn lama waktu 15 menit, maka di fase growth spurt ia akan lebih cepat menyusu dengan waktu yang lebih lama, termasuk di malam hari.  Jadi siapkan fisik dan mental bunda ya, perbanyak asupan dan nutrisi bunda karena si kecill akan menyusu lebih banyak. Siapkan juga booster untuk bunda agar lebih sabar menghadapi si kecil dan para ayah tetap bersiap siaga mendampingi bunda ya, karena pasti ini cukep melelahkan

3. Perubahan Pola Tidur si Kecil

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika bayi mengalami lonjakan pertumbuhan atau growth spurt, ia dapat tidur hingga 4,5 jam lebih lama dari waktu tidur biasanya. Ini merupakan hal yang normal terjadi karena ia butuh tidur lebih banyak dan nyenyak agar tubuhnya dapat menghasilkan hormon pertumbuhan. Tapi ternyata tidak semua bayi demikian, ada juga sebagian bayi yang mungkin jadi tidur lebih jarang dari biasanya saat mengalami growth spurt. Ia akan lebih banyak tidur di siang hari dan akan sering terbangun di waktu malam. Jika bunda dan ayah harus begadang kembali, maka ikutlah beristirahat ketika si kecil juga beristirahat ya dengan waktu yang tentunya sudah disepakati oleh parents hehe. Atau aturlah jadwal secara bergantian antara ayah dan bunda untuk memberikan asi atau susu pada si kecil. Semangaat ini tidak lama kok parents!

4. Kenaikan Berat Badan dan Tinggi Badan

Dikarenakan si kecil sedang mengalami fase lonjakan pertumbuhan, maka berat badan dan tinggi badannya akan mengalami peningkatan. Jadi growth spurt ini sebenarnya memabntu parents menaikkan berat badan dan tinggi badan si kecil lho hehe.

Nah itu dia parents beberapa tanda jika si kecil mengalami growth spurt dan cara mengatasinya. Tetap semangat ya parents karena ending dari growth spurt ini sesungguhnya memberikan dampak positif bagi si kecil.

Semoga informasi ini bermanfaat. Sekian

direview oleh: dr. Trifa Rahma Yulita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *