Kehamilan

Dampak Buruk yang Bisa Terjadi Jika Ibu Hamil Sering Marah

Haloo Bund..

Saat hamil, terkadang ibu hamil mengalami pergolakan atau perubahan emosi yang signifikan. Sehingga membuat ibu hamil rasanya jadi lebih mudah marah dibandingkan dengan biasanya. Namun hal ini, perlu bunda kontrol ya, sebab selain merugikan orang lain, hal ini juga dapat merugikan diri bunda sendiri hingga janin yang ada di dalam kandungan. Walau pun marah adalah bagian dari emosi yang merupakan hal normal, namun ibu hamil perlu mengontrol perasaan satu ini. Sebab ada beberapa risiko yang bisa terjadi jika ibu hamil sering marah-marah. Kira-kira apa saja ya dampak buruk ibu hamil yang suka marah selama kehamilan?

Yuk, kita bahas bund..

1. Terhambatnya Pertumbuhan Janin

Masalah emosi yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak buruk pada janin seperti terhambatnya pertumbuhan pada janin. Marah erat kaitannya dengan perasaan frusrasi, cemas, dan juga stress. dimana saat bunda stress tubuh akan memproduksi hormon stres yang disebut  kortisol. Jika kadar hormon tersebut terus naik tak terkendali, maka dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah yang bisa menghambat aliran darah ke janin. Sehingga, asupan makanan dan oksigen pada janinpun menjadi berkurang yang mengakibtaknya perkembangan dan pertumbuhannya menjadi kurang optimal.

2. Berat Bayi Lahir Rendah

Kemarahan dalam jangka panjang tidak hanya berpengaruh pada diri bunda saja, namun juga dapat memberikan efek negatif bagi janin di dalam kandungan. Salah satu risiko yang bisa terjadi adalah meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan berat badan yang rendah. Berat badan lahir bayi yang rendah tentu dapat meningkatkan risiko bayi mengalami berbagai gangguan dan penyakit saat ia lahir. Oleh sebab itu, jangan sering marah-marah ya bun, sebab jika bunda bahagia tentu si kecil juga akan ikut bahagia.

3. Menghambat Produksi ASI

Salah satu tugas penting seorang bunda setelah melahirkan adalah menyusui si kecil. Sebenarnya saat bunda hamil payudara sudah mulai bekerja untuk memproduksi ASI. Namun jika bunda sering marah-marah, maka dikhawatirkan hal ini dapat menghambat produksi ASI. Sebab Stress dan kondisi mental dapat mempengaruhi produksi ASI, sehingga ASI telat keluar yang disebabkan karena minimnya hormon oksitosin di dalam tubuh.

4. Berdampak Pada Kesehatan Bayi Setelah Lahir

Emosi yang tidak terkendali pada ibu hamil dapat mengakibatkan penumpukkan hormon kortisol yang juga dapat diserap sampai ke tubuh janin. Kondisi ini bisa menyebabkan kadar histamin dalam tubuh si kecil menjadi tidak terkendali. Kondisi tersebut akhirnya membuat bayi mudah mengalami alergi saat ia lahir. Bayi yang memiliki bakat alergi biasanya akan lebih mudah terserang penyakit. Untuk itu, jangan sering marah-marah dan belajarlah untuk mengontrol emosi ya bund.

Nah itu dia bund, beberapa dampak buruk yang bisa terjadi jika ibu hamil sering marah-marah selama kehamilan. Muali saat ini, perbanyak syukur dan sabar agar emosi tetap terkendali dengan baik. Semoga informasi ini bermanfaat ya bund. Sekian

*Informasi ini telah ditinjau dan direview oleh dr. Trifa Rahma Yulita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *